Rabu, 25 November 2020

Profil

PROFIL KELURAHAN
 Kondisi Geografis
Ketinggian :    650  M dpl
Curah hujan :  2000  mm / tahun
Suhu  :     23°     C

Batas- batas :
•     Utara  : PERKB. SELOGIRI     
•     Timur  : KEL. KALIPURO
•     Barat  : DESA TELEMUNG DAN PERHUTANI BARAT/ KAB. BONDOWOSO
•     Selatan : DS. KELIR DAN DS. TELEMUNG

Terbagi menjadi 5 Lingkungan :
• - Lingk Gombeng       : 3 RW 13 RT
• - Lingk.  Suko           : 2 RW  10 RT
• - Lingk.  Kac. Asri   : 2 RW     6 RT
• - Lingk.  Lerek         : 2 RW     6 RT
• - Lingk.  Kaliklatak   : 2 RW     6 RT

 Kondisi Topografi
•  DATARAN DAN PERBUKITAN
•  LUAS WILAYAH    :  1.082,6 Ha
•  PEMUKIMAN         :     43,5 Ha
•  PERTANIAN           :  1.039,1 Ha

Data Penduduk
                                                TH. 2008               TH. 2009
• LAKI – LAKI                      : 3.693 JIWA           3.682  JIWA
• PEREMPUAN                   : 3.971 JIWA           3.961  JIWA
• JUMLAH PENDUDUK       : 7.664 JIWA           7.643  JIWA
• KK                                     : 2.645  KK            2.720  KK

Data Perekonomian Masyarakat
• PEND. USIA KERJA        : 1.778 JIWA
• PENGANGGURAN          :    132 JIWA

SUMBER PENDAPATAN PENDUDUK
•  PERTANIAN                   :    367
•  PERKEBUNAN               : 1.227
•  PETERNAKAN               :    256
•  INDUSTRI RUMAH TANGGA 
    •  KERIPIK                                  :   4 KELOMPOK
    •  ANYAMAN BAMBU                :   5 KELOMPOK
    •  TAHU / TEMPE                       :   1 KELOMPOK
    •  KOPI BUBUK                         :   1 KELOMPOK
    •  PERDAGANGAN/KELAPA      :   5 KELOMPOK
    •  TOKO                                     :   20 TOKO
    •  WARUNG MAKAN                  :   5 WARUNG

VISI  DAN MISI KELURAHAN GOMBENGSARI
Visi dan Misi Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi sebagaimana dituangkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2006-2010 sebagai berikut :
Visi : ” Terwujudnya Kelurahan Gombengsari yang bersih, tertib, dan berwawasan lingkungan dengan kualitas pelayanan masyarakat yang profesional, mandiri dan berdaya saing “
Misi : 1. menciptakan situasi lingkungan kelurahan yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif;
 2. meningkatkan sarana dan prasarana infrastruktur yang berwawasan  lingkungan;
 3. meningkatkan kualitas sumber daya aparatur kelurahan yang aktif, efektif, dan efisien; dan
 4. mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat.

Rabu, 24 November 2010

STRUKTUR ORGANISASI DESA

Perkebunan Klatak Kab. Banyuwangi, Jawa Timur



Kaliklatak bukanlah nama sebuah kali atau sungai. Dia adalah nama sebuah perkebunan yang terletak di paling ujung timur Jawadwipa, alias Pulau Jawa. Perkebunan ini tepatnya terletak di Banyuwangi yang memperoleh kelimpahan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dalam lingkungan alam dan bumi yang subur, indah, dan mempesona.

Perkebunan Kaliklatak terletak kurang lebih 15 km dari kota pelabuhan penyeberangan ferry Ketapang-Gilimanuk, menuju ke arah pedalaman. Dengan kendaraan umum atau mobil dari kota Banyuwangi, pengunjung dapat menelusuri jalan pedesaan pegunungan ke Perkebunan Kaliklatak.

Dari Ibukota Jakarta, pengunjung dapat mengambil rute Jakarta - Surabaya - Banyuwangi dengan bus atau Jakarta - Surabaya dengan kereta api atau pesawat lalu Surabaya - Banyuwangi dengan bus. Selain rute tadi, masih banyak rute lain ke perkebunan.

Perkebunan Kaliklatak seluas 1013 hektar terletak di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut. Di bagian yang tertinggi sekitar 850 m dpl yakni Hargosonyo, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Banyuwangi, Selat Bali, Semenanjung Blambangan, dan Pulau Bali. Hawa di situ terasa nyaman di tengah rasa damai yang menyelimuti tanah pegunungan dengan panorama indah, berlatar belakang Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunung Ranti di Jawa Timur.

Perkebunan Kaliklatak mulanya milik perusahaan Belanda Mij. Moorman & Co. dengan pimpinan Administratur seorang Belanda. Pada tahun 1957 setelah diadakan perundingan dan perjanjian, kebun ini berpindah tangan ke R. Soehoed Prawiroatmodjo, seorang pengusaha pribumi yang memulai karirnya dari bawah.

Pada mulanya perkebunan ini ditanami kopi, karet, dan setelah itu kakao. Di tangan Bapak R. SOehoed Prawiroatmodjo, Kaliklatak dikembangkan dengan penambahan berbagai jenis tanaman ekonomis seperti lada, cengkeh, pala, vanili, kayu manis, keningar, kayu putih, kelapa, serta buah-buahan dari berbagai jenis seperti pisang, jeruk, dan kelengkeng.

Di tahun 1986, Perkebunan Kaliklatak sudah tumbuh pesat. Di bawah arahan 10 orang pimpinan, bekerja 70 karyawan bulanan dan 600 pekerja harian tetap. Di awal milenium III, struktur usaha perkebunan kini terdiri dari 8 bagian (afdeling), yaitu 3 afdeling kopi, 1 afdeling karet, 1 afdeling kakao, 1 afdeling hortikultura, 1 afdeling cengkeh, dan 1 afdeling pabrik. Dengan sistem pendekatan, kepedulian, pertemuan berkala bulanan, pimpinan afdeling duduk bersama karyawan untuk melakukan konsultasi pemecahan yang mengacu pada problem solving.

Sebagai fasilitas fisik, tersedia perumahan untuk karyawan, taman kanak-kanak, sekolah, gedung kesenian dan oleharga, tempat ibadah (mesjid dan gereja), dan pasar. Gedung kesenian dan olahraga dimanfaatkan untuk latihan menari, karawitan, senam, dan olahraga yang masing-masing digiatkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik serta pemantapan budi pekerti.

R. Soehoed Prawiroatmodjo memiliki pandangan yang sangat jauh ke depan. Baginya, sejarah kehidupan manusia merupakan elemen peradaban manusia sendiri dari jaman ke jaman. Untuk itu beliau membangun gapura yang disebut Candi Catur Purwaning Dumadi dengan pagar sejarah dengan hiasan 36 relief yang menggambarkan sejarah manusia dari jaman purba, masa kini, sampai masa depan. Ini merupakan pesan kepada generasi muda agar jangan melupakan sejarah, selalu bersikap profesional apapun pilihan pekerjaannya, dan memperkenalkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia cinta damai dan memahami hakekat hidup sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa.

Sebagai tanda syukur kepada karunia Tuhan berupa bumi, hutan dan perkebunan, setiap tanggal 17 April segenap keluarga perkebunan Kaliklatak mengadakan upacara sedekah bumi disertai doa Wanakretih.

Kecintaan Prawiroatmodjo kepada tanaman serta ketekunannya telah membawa perkembangan di perkebunan Kaliklatak. Setelah beliau berpulang pada tahun 1982, Kaliklatak dikelola oleh Irma Mieke Soehoed Prawiroatmodjo yang juga telah teruji dalam mendampingi suami mengembangkan Kaliklatak.



     

Madu Pak Muntaha (lingkungan Kacangan)

Pak Muntaha memulai usaha peternakan lebah madu sejak usia 20-an hingga saat ini, resmi mendapatkan label 3 tahun terakhir.
Usaha peternakan lebah madu sangat menguntungkan, selain madu yang dihasilkan dari meditasi lebah, pemilik juga dapat memasarkan sarang dan larva lebah yang biasa disebut tolo ke pedagang peracangan di sekitar wilayah misalnya di daerah Penataban. Masyarakat Lingkungan Suko juga banyak peminat yang mengonsumsi tolo.
Pemasaran hasil peternakan lebah madu tidak hanya didalam kota, melainkan sudah meluas hingga daerah Surabaya, Tuban, Jawa Tengah hingga Pulau Bali.
Pak Muntaha memiliki + 50 kotak / kandang lebah madu, dari ukuran kecil hingga yang besar. Dalam pemasangan kotak kayu sebagai kandang lebah, dibutuhkan penentuan hari baik sesuai kalender jawa berdasarkan kepercayaan masyarakat Lerek, misalnya hari senin pon, jumat legi, minggu legi, dll. Jika pemasangan kayu tidak sesuai dengan hari baik, maka lebah tidak dapat menghasilkan madu meskipun lebah telah bekerja selama dua tahun lamanya, hal tersebut pernah dialami oleh peternak lebah madu lainnya.
Pelaksanaan panen madu dapat dilakukan setelah satu tahun. Biasaya panen dilakukan pada bulan Juni hingga desember, jika musim panas, madu yang dihasilkan akan semakin banyak hingga bulan April. Selain itu panen juga dapat dilakukan pada sarang yang berisikan anak lebah madu yang dapat dikonsumsi sebagai “botok tawon”.

Add caption

Kopi Gandrung Gombengsari dan Susu Kambing

KOPI GANDRUNG (Lingk. Lerek Gombengsari)
Narasumber : Bapak Akhmad Khoiri

Pada awal orde baru di daerah lerek terdapat perkebunan kopi yang sangat baik kualitasnya. Akan tetapi didaerah lerek tepatnya dikarenakan faktor politik sehingga warga lerek tidak mendapatkan bantuan, sehingga tidak bisa mengembangkan usaha perkebunan kopi ini. Setelah lama kami menunggu akhirnya kami mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa SLPHT ( Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu ), akan tetapi sebelim bantuan ini diberikan kami disarankan untuk menggunakan swadaya dan kebun sekitar 3 km atau 300 meter pada daerah barat. Dengan demikian kami berfikir dan menghawatirkan akan terjadi kesenjangn sosial maka dari itu kami melaporkan pada PEMDA, dan setelah melaporkan hal ini kami langsung menerima bantuan sehingga kami bisa mengembangkan usaha kopi ini, khususnya didaerah lerek.
Setelah bantuan ini kami dapatkan, kami khususnya warga lerek memulai usaha kopi tahun 1974. Pada tahun 1974 sekitar 7 sampai 9 kebun yang digunakan untuk menanam kopi, tahun 1999 di daerah lerek baru mendapatkan bantuan teknologi sehingga ada perubahan yang posittif pada  usaha kopi supaya bisa lebih berkembang dan maju. Masyarakat sangat antusias menerima dan menjalankan program ini,  karena semangat masyarakat ingin mewujudkan perubahan yang positif dan tidak ingin tertinggal dengan perubahan zaman.
Menurut narasumber yang kami wawancarai yaitu bapak khoiri yang tinggal di daerah lerek, sebelum melakukan penanaman kopi kita harus memperhatikan kualitas tanah, artinya kebun harus ditanami 3sampai 6 jenis kopi yang berbeda, tidak boleh sama dalam satu kebun.
Kemudian jenis kopi yang dibudidayakan sangatlah banyak diantaranya jenis kopi 358 dari PB (adalah jenis kopi yang kualitasnya sangat bagus), warga lerek sering menyebutnya dengan kopi togosari. Togosari merupakan tempat yang berada di daerah jember, togsari termasuk jenis robosta (Bibit unggul dari PB42) yang banyak varian dan klonnya, robosta untuk membudidayakannya harus dilakukkan kawin silang dengan tanaman kopi lainnya supaya mendapatkan kualitas yang baik. Dan dijelaskan juga oleh Balai Pusat Pengembangan Kopi Nasional(BPPKN) bahwa PB42 adalah termasuk pejantan kopi yang produktif, jenis konoka atau karabika adalah kopi yang prosesnya dengan kawin dalam diantaranya jenis PB358, PB11, 938. Kemudian jenis kopi excelsa (sebutan dari Afrika). Orang Bali menyebutnya dengan sebutan kopi nangka, sedangkan orang Madura menyebutnya dengan sebutan jamberia, dan orang Banyuwangi menyebutnya dengan sebutan kopi bukiah.
Untuk mengembangkan usaha ini supaya lebih dikenal luas oleh seluruh masyarakat dan dunia, kami memulai untuk menjual kopi gandrung berdasarkan pesanan. Kami juga mengirim kopi gandrung sebanyak 50kg perbulan, dan pengiriman kopi ini dilakukan secara rutin ke Yaman. Selain itu kami juga pernah mengirim kopi racin ke Holand sebanyak 10kg perbulan.
Sampai saat ini kami juga masih menekuni usaha kopi gandrung, dan kami berharap usaha kami bisa lebih dikenal luas di seluruh wilayah, selain rasanya yang khas kopi ini juga mempunyai khasiat yaitu tubuh kita menjadi lebih hangat, memacu peredaran darah, menyembuhkan asam urat, dan meningkatkan vitalitas.


SUSU KAMBING

Kambing adalah semacam hewan mamalia yang menyusui dan berkaki empat, selain itu kambing yang biasanya kita ketahui adalah manfaat dagingnya yang bisa kita makan. Selain itu menurut penelitian yang dilakukan ternyata selain daging pada kambing yang bisa kita konsumsi, susu dari kambing juga bisa kita konsumsi dan manfaatkan sebagai obat. Akan tetapi bukan sembarang kambing yang susunya bisa kita manfaatkan, kambing yang bisa kita ambil susunya adalah jenis kambing etawa karena selain dagingnya, susu dari kambing etawa ini juga banyak manfaatnya.


Menurut narasumber yang kami wawancarai yaitu bapak H.Ali yang tinggal didaerah lerek dan juga mempunyai usaha susu kambing, bahwa kambing yang diternakan adalah jenis kambing etawa(sebutan yang terdapat di negara India). Awal mula kami mendirikan usaha ini pada tahun 2001, kami terinspirasi dari bapak Harto yang tinggal di Kaligesing. Pada tahun 1992 dengan bermodalkan dua ekor kambing, yang berikan untuk anak yatim yang tidak mampu atau anak yatim. Bila kambing bunting 15 hari, lahir, menyusui 2 bulan, dan setelah itu kami kawinkan.


Setelah itu kami mencoba untuk memulai usaha pada tahun 2001. kambing yang kita ternakan adalah kambing etawa dan pada saat itu hanya mempunyai beberapa kambing yang kita ternakan, cirri-ciri kambing yang kita ternakan adalah memiliki kepala hitam dan telinga panjang yang berasal dari Lumajang. Setahun kita jalankan usaha susu kambing ini, kita mempunyai penghasilan dan mencoba untuk membuat kemasan sendiri pada susu kambing. Kemudian untuk mengembangkan usaha susu kambing ini supaya bisa dikenal oleh seluruh masyarakat, pada tahun 2002 kami menambah kambing sebanyak 105 jenis kambing etawa yang terdapat di daerah lerek. Harga yang dipasarkan untuk satu botol ukuran 600ml seharga sepuluh ribu rupiah.


Susu kambing ini juga mempunyai manfaat yaitu menyembuhkan kanker payudara, kanker otak, menurunkan tensi atau tekanan darah, dan mempunyai anti oksida tinggi, serta lemak lebih rendah daripada lemak susu sapi. Susu kambing etawa ini lebih nikmat apabila diminum pada saat setelah susu kambing diperah(tidak perlu dipanaskan). Apabila susu kambing tidak langsung diminum kita bisa menyimpanya di frezer pada lemari pendingin karena dengan dibekukan pada frezer susu kambing bisa bertahan sampai tiga bulan lamanya. Jika dibiarkan dilemari pendingin susu kambing akan berubah warna dari putih menjadi kekuningan dan bergaris-garis, menandakan susu kambing etawa ini mempunyai kolostrum yang lebih tinggi. Pada perubah warna ini sebenarnya berkaitan dengan pola makan si kambing. Jenis makan yang diberikan pada kambing etewa ini adalah tanaman yang dapat dipakai untuk kopi juga, dalam bahasa latin disebut Clerisidia, orang Kalimantan menyebutnya dengan nama Gamal.


Dalam standart nasional susu kambing yang disimpan di lemari pendingin dapat bertahan 1bulan, sedangkan untuk standart internasional susu kambing harus dipanaskan kurang lebi9h pada suhu 60 derajat celcius, supaya bakteri jahat yang terdapat pada susu mati. Akan tetapi apabila susu kambing yang dipanaskan pada suhu lebih dari 60 derajat celcius sangat tidak disarankan karena dapat membunuh bakteri yang berfungsi untuk menjaga ketahan tubuh dan hilang khasiatnya. Dalam satu hari susu kambing yang didapatkan 1liter susu. Dan bila dibandingkan dengan kambing biasa biasanya kurang dari 1liter.


Selain makanan, perawatan kambing seperti kesehatan dan tempat tinggal juga perlu di perhatikan. Yang pertama adalah makanan kambing, antara tanaman clerisidia, kambing, kotoran kambing sangatlah terkait. Karena tanaman clerisidia dimakan oleh kambing kemudian kambing mengeluarkan kotoran dan kotoran kambing tersebut digunakan untuk pupuk, sehinngga tanaman clerisidia subur. Yang kedua pembuatan kandang kambing harus memenuhi syarat utama yaitu jarak antara kandang dengan tanah berkisar 90 cm sampai 125 cm.





Senin, 22 November 2010

PELATIHAN PERBANYAKAN DAN PENGEMBANGAN DURIAN DI GOMBENGSARI

Banyuwangi-Setelah sukses digelar kontes Durian bulan April lalu di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan menindak lanjuti dengan pelatihan perbanyakan dan pengembangan durian yang dilaksanakan di Balai desa Gombengsari, Senin (21/6). Dengan mendatangkan narasumber yang berasal dari tim Durian riset center Fakultas pertanian Universitas Brawijaya yakni Prof. Sumeri Ashari,M.AgrSc.Phd dan Ir. Lutfi Bansir,MS. Pelatihan ini bertujuan agar potensi durian yang ada di Banyuwangi dapat terus dikembangkan dan bisa menjadi salah satu produk pertanian unggulan, yang diikuti oleh petani durian yang ada di Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari dalam sambutannya berpesan agar durian Banyuwangi terus diupayakan peningkatan produksinya yang meliputi kuantitas maupun kualitasnya. Sehingga kedepan durian Banyuwangi menjadi salah satu kebanggaan produk buah-buahan yang di kenal oleh masyarakat di luar Banyuwangi. Bupati juga berpesan agar potensi buah-buahan lainnya di tingkatkan produktifitasnya.(Humas) 

Jumat, 19 November 2010

Kegiatan

Dokumentasi Kegiatan KKN Mahasiswa STIKOM PGRI Banyuwangi Tahun 2010

Kegiatan Penyembelihan Daging Korban Di Gombengsari
  
Kunjungan Ketua STIKOM Bapak Drs Eko Listiwikono,MM dan Bapak Ir.M.Najib.MM 
di Kelurahan Gombengsari Guna Memantau Kegiatan KKN Kelompok III
Pelatihan Pengenalan Internet Untuk Siswa Siswi MTs NU 
 Oleh Mahasiswa STIKOM 
Pelatihan Pengenalan Komputer di SDN 1 Gombengsari
Dokumentasi Setelah Pelatihan Pengenalan Komputer 
MI Batu Huqu
Pelatihan Pengenalan Komputer di SDN  Perkebunan Klatak 
Kunjungan Ketua  LPPM di Kelompok III Gombengsari
Kegiatan Kerja Bakti di Kelurahan Gombeng Bapak Lurah Gombengsari
NYAMAT,SPd. MM Ikut dalam Kerja Bakti Tersebut