Rabu, 24 November 2010

Madu Pak Muntaha (lingkungan Kacangan)

Pak Muntaha memulai usaha peternakan lebah madu sejak usia 20-an hingga saat ini, resmi mendapatkan label 3 tahun terakhir.
Usaha peternakan lebah madu sangat menguntungkan, selain madu yang dihasilkan dari meditasi lebah, pemilik juga dapat memasarkan sarang dan larva lebah yang biasa disebut tolo ke pedagang peracangan di sekitar wilayah misalnya di daerah Penataban. Masyarakat Lingkungan Suko juga banyak peminat yang mengonsumsi tolo.
Pemasaran hasil peternakan lebah madu tidak hanya didalam kota, melainkan sudah meluas hingga daerah Surabaya, Tuban, Jawa Tengah hingga Pulau Bali.
Pak Muntaha memiliki + 50 kotak / kandang lebah madu, dari ukuran kecil hingga yang besar. Dalam pemasangan kotak kayu sebagai kandang lebah, dibutuhkan penentuan hari baik sesuai kalender jawa berdasarkan kepercayaan masyarakat Lerek, misalnya hari senin pon, jumat legi, minggu legi, dll. Jika pemasangan kayu tidak sesuai dengan hari baik, maka lebah tidak dapat menghasilkan madu meskipun lebah telah bekerja selama dua tahun lamanya, hal tersebut pernah dialami oleh peternak lebah madu lainnya.
Pelaksanaan panen madu dapat dilakukan setelah satu tahun. Biasaya panen dilakukan pada bulan Juni hingga desember, jika musim panas, madu yang dihasilkan akan semakin banyak hingga bulan April. Selain itu panen juga dapat dilakukan pada sarang yang berisikan anak lebah madu yang dapat dikonsumsi sebagai “botok tawon”.

Add caption

Tidak ada komentar:

Posting Komentar